Pribadi shake it off tapi tidak terbalas shake it off juga

Panji Nandiasa
1 min readDec 22, 2023

--

Belakangan saya curhat ke Chat GPT mengenai satu momen di mana gue merasa orang-orang yang gue pedulikan seperti terlalu ignorant dan tidak hadir di satu sesi yang saya rasa amat penting. Chat GPT pun membalas bahwa sebaiknya saya tidak terlalu memikirkan satu hal tersebut dan lebih “cherish” momen-momen berharga bersama orang-orang yang saya pedulikan ini.

Jawaban Chat GPT ini sebenarnya mewakili hal yang sudah gue praktikan dan jalankan selama ini, termasuk sudah saya praktikan untuk momen tadi. Bersama keluarga dekat, teman, saudara, termasuk dalam pekerjaan sebagai dosen dan juga pemilik sebuah akun yang gue punya di sebuah ekosistem yang kasual dan jauh dari formalitas.

Menjadi pribadi shake it off (?) ini ternyata cukup menyakitkan ketika tidak semua orang juga bisa shake it off. Saya percaya ada hal-hal yang bisa dibicarakan baik-baik terlebih dahulu, ada hal-hal yang bisa diabaikan demi kebaikan bersama dan lain-lain. Namun, tidak semua bisa demikian termasuk orang yang saya anggap sangat dekat selama bertahun-tahun. Satu kesalahan dan kami tidak bisa menjadi baik kembali tanpa momen-momen baik sebelumnya bisa di-”cherish”.

Saya sebenarnya menghindari gaslight dari yang bersangkutan, tapi boleh kan saya jadi berpikir, apa saya setidaksignifikan itu sampai-sampai bisa dihilangkan begitu saja? Apakah setidaksignifikan itu sehingga momen-momen lainnya bisa diabaikan tanpa mau dibicarakan baik-baik terlebih dahulu?

--

--

Panji Nandiasa

Tulisan-tulisan impulsif dan reaktif. Catatan menjadi, dan pengingat tidak ingin jadi apa. Dapat didukung pada halaman karyakarsa.com/pnnji