Goodfellas dan rasa belonged

Panji Nandiasa
1 min readMar 30, 2024

--

Hari ini saya baru saja selesai menonton Goodfellas di Netflix. Sebuah karya monumental Martin Scorcese yang secara kekhasan sangat berkelindan dengan karya-karya setelahnya seperti sebut saja Irishmen sampai The Wolf of the Wallstreet.

Perkenalan dengan karakter utama sangat menarik dan rasa-rasanya membuat kita (saya) relate. Dari awal dia sudah bilang kalau di dunia tersebut, ia merasa memiliki tempat atau belonged istilah yang disebutkannya. Bisa dibilang hal serupa juga merupakan alasan kakak dari Rama (The Raid) memasuki dunia gangster. “Gue punya tempat!” atau dilanjut lagi di akhir film “karena pas!”.

Intro Goodfellas ini rasa-rasanya terasa dekat bagi diri pribadi. Bertemu dengan tempat di mana saya merasa “belonged”, namun tempat ini sebenarnya bukan tempat yang ideal. Hingga saya harus melompat ke tempat lain, dan saya pun tidak tahu apakah akan ada tempat di mana saya akan “belonged”. Apakah memang saya selamanya dalam kondisi ini? Seketika teringat kata seorang mantan teman dekat bahwa saya adalah orang yang tertolak dari mana-mana. Mingle secara kolektif pun akan gak nge-vibe.

Pada akhirnya Henry Hill menjadi tikus yang mengkhianati teman-temannya. Namun itu juga bukan tanpa alasan. Ikatan yang ada serapuh kapas dan rasa belonged tersebut telah hilang.

--

--

Panji Nandiasa

Tulisan-tulisan impulsif dan reaktif. Catatan menjadi, dan pengingat tidak ingin jadi apa. Dapat didukung pada halaman karyakarsa.com/pnnji